Aturan Baru Arab Saudi Tentang Larangan Merekam: Mengapa Ditetapkan dan Apa Dampaknya bagi Jamaah Umrah?
Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi semakin memperketat aturan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, termasuk aturan terbaru yang menjadi sorotan: pembatasan merekam video dan mengambil foto di area tertentu, terutama area ibadah inti. Kebijakan ini bukan sekadar larangan teknis. Ada alasan besar di baliknya mulai dari etika ibadah hingga keamanan jamaah. Sayangnya, banyak blog travel hanya menjelaskan “dilarang merekam agar tidak mengganggu”. Kali ini HMB Travel membahas dari sudut pandang yang lebih dalam, agar jamaah benar-benar memahami makna di balik aturan ini.
1. Menjaga Kekhusyukan: Bukan Sekadar Aturan, tetapi Adab Ibadah
Faktanya, fokus utama larangan merekam adalah untuk mengembalikan fungsi Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sebagai tempat ibadah, bukan tempat dokumentasi.
Ketika jamaah sibuk merekam:
- pergerakan jadi melambat
- perhatian teralihkan
- ibadah berubah menjadi konten
Arab Saudi melihat meningkatnya fenomena jamaah yang melakukan:
- vlog tawaf
- selfie saat sa’i
- live streaming di depan Raudhah
Padahal, ibadah adalah momen personal antara hamba dan Tuhannya. Kebijakan ini mengajak jamaah kembali pada nilai inti: khusyuk, tenang, dan tanpa distraksi.
2. Keamanan Jamaah Menjadi Prioritas Utama
Pihak keamanan Saudi menjelaskan bahwa aktivitas merekam bisa:
- menghambat arus pergerakan jamaah
- menyebabkan insiden tertabrak atau jatuh
- memicu kerumunan karena orang berhenti untuk mengambil gambar
Smartphone yang diangkat tinggi juga berisiko:
- jatuh menimpa jamaah lain
- mengganggu petugas yang sedang mengatur arus
Selain itu, perekaman tertentu bisa menangkap area sensitif atau sistem keamanan masjid yang tidak untuk konsumsi publik. Dengan puluhan ribu jamaah bergerak sekaligus, aturan ini bukan sekadar larangan, tetapi prosedur keselamatan.
3. Melindungi Privasi Sesama Muslim dari Berbagai Negara
Di area padat seperti:
- pintu masuk Masjidil Haram
- area thawaf
- Raudhah
- tempat salat wanita
perekaman tanpa izin bisa masuk ke ranah pelanggaran privasi. Arab Saudi menerima banyak laporan dari jamaah yang fotonya tersebar di media sosial tanpa persetujuan. Ada kasus:
- jamaah menangis saat berdoa direkam diam-diam
- jamaah wanita terekam tidak sengaja dalam vlog orang lain
Dari sinilah lahir aturan baru: privasi jamaah adalah hak penuh yang harus dihormati.
4. Mengurangi Konten Sensasional yang Tidak Mendidik
Tren sosial media mendorong banyak orang membuat konten “wah” di tempat suci. Terkadang konten tersebut:
- dilebih-lebihkan,konten yang merendahkan kesucian tempat
- video yang viral tetapi membingungkan jamaah lain
- rekaman yang tidak sesuai fakta sehingga memicu kesalahpahaman
- Kebijakan ini mengajak jamaah kembali pada konsep ziarah yang bermartabat.
5. Ruang Dokumentasi Masih Ada Tetapi Dilakukan dengan Bijak
memuat informasi yang salah, menjadikan tempat suci sebagai latar influencer. Arab Saudi ingin mencegah dengan bijak, Larangan bukan berarti jamaah sama sekali tidak boleh mengambil foto. Yang ditekankan adalah:
- Tidak mengganggu jamaah lain
- Tidak dilakukan saat ibadah inti
- Tidak menghalangi jalan atau petugas
- Tidak merekam wilayah sensitif atau area petugas
- Tidak menggunakan peralatan seperti tripod, stabilizer, atau kamera besar
Foto pribadi, kenangan bersama keluarga, atau suasana umum di luar area padat tetap diperbolehkan selama mengikuti etika.
6. Bagaimana HMB Travel Membantu Jamaah Memahami Aturan Ini?
Banyak jamaah baru yang belum terbiasa dengan aturan dan adab Masjidil Haram. HMB Travel memberikan:
- briefing khusus sebelum keberangkatan mengenai aturan ponsel dan adab ibadah
- panduan lokasi mana yang boleh diambil foto
- informasi lengkap tentang aturan terbaru Saudi
- bimbingan mutawif selama ibadah agar jamaah aman dari pelanggaran
Dengan begitu, jamaah bisa fokus beribadah tanpa takut melanggar peraturan. Larangan Ini Untuk Kita, Bukan Untuk Membatasi Kita. Aturan baru Arab Saudi tentang larangan merekam bukanlah pembatasan, tetapi perlindungan:
- melindungi kekhusyukan
- menjaga privasi
- menjamin keamanan
- melestarikan kesucian tempat ibadah
Dengan memahami alasan di balik kebijakan ini, jamaah dapat merasakan ibadah yang lebih tenang, fokus, dan bermakna. Di tengah perubahan aturan yang cukup sering terjadi, memiliki travel yang responsif dan informatif sangat membantu. Bersama HMB Travel, jamaah mendapatkan pendampingan penuh untuk memahami setiap kebijakan baru, sehingga ibadah tetap lancar dan aman.
#UpdateUmrah #AturanBaruArabSaudi #LaranganMerekam #Umrah2025 #HMBTravel #AdabIbadah #MasjidilHaram #MasjidNabawi #InfoUmrah #Umrah #Umroh #haji

0 Komentar