Bagi banyak umat Muslim, berangkat umrah adalah impian yang penuh makna. Namun, sebelum menentukan jadwal keberangkatan, ada satu hal penting yang harus dipertimbangkan: memilih low season atau high season. Keduanya sama–sama menawarkan pengalaman ibadah yang luar biasa, tetapi memiliki perbedaan yang cukup signifikan dari sisi kenyamanan, biaya, hingga kepadatan jamaah.

Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan keduanya serta rekomendasi waktu terbaik untuk beribadah sesuai kebutuhan Anda.

Apa Itu High Season dan Low Season?

High Season adalah periode ketika jumlah jamaah umrah meningkat drastis. Biasanya terjadi pada:

  • Libur sekolah
  • Bulan Ramadhan
  • Akhir tahun
  • Musim cuti bersama
  • Sedangkan Low Season adalah waktu ketika kunjungan jamaah relatif lebih sepi, biasanya di:
  • Bulan Safar
  • Jumadil Awal
  • Sebagian Muharram
  • Bulan setelah musim haji selesai

1. Perbandingan Harga: Mana yang Lebih Hemat?

Salah satu perbedaan terbesar adalah harga:

  • High Season
    Harga paket umrah cenderung naik cukup signifikan karena tingginya permintaan. Kenaikan biaya hotel, tiket pesawat, hingga konsumsi ikut memengaruhi total biaya.
    Cocok bagi yang ingin merasakan suasana ibadah lebih ramai dan penuh energi, terutama di bulan Ramadhan.
  • Low Season
    Harga jauh lebih stabil, bahkan bisa lebih murah 10–20%.
    Cocok bagi jamaah yang ingin beribadah dengan budget lebih hemat.

2. Tingkat Kepadatan Jamaah

  • High Season
    Masjidil Haram dan Masjid Nabawi akan sangat padat. Tawaf dan sa’i memerlukan tenaga ekstra. Waktu sholat juga lebih cepat penuh sehingga jamaah harus datang lebih awal.
    Bagi sebagian orang, suasana ramai memberi kekuatan spiritual tersendiri.
  • Low Season
    Jauh lebih lengang. Jamaah dapat beribadah dengan tenang, tidak terburu–buru, dan lebih fokus.
    Cocok untuk lansia atau jamaah yang ingin kenyamanan optimal.

3. Cuaca dan Kondisi Ibadah

Cuaca di Arab Saudi sebenarnya tidak terlalu dipengaruhi musim ramai atau sepi. Namun, kenyamanan ibadah bisa berbeda karena: Saat high season, kepadatan yang tinggi membuat mobilitas lebih berat dan di low season, suhu terasa lebih nyaman karena tidak terlalu sesak dan antrean lebih singkat.

4. Pengalaman Spiritual: Ramai vs Tenang

  • High Season
    Atmosfernya sangat terasa. Melihat jutaan muslim dari berbagai negara dapat memberikan semangat spiritual luar biasa.
  • Low Season
    Jamaah bisa lebih hening, lebih fokus, dan meresapi ibadah tanpa banyak distraksi.

5. Akses Fasilitas dan Layanan

  • High Season
    Rawat inap, transportasi, lift hotel, hingga restoran sering penuh.
    Waktu tunggu lebih lama.
  • Low Season
    Semua fasilitas lebih mudah diakses.
    Pengaturan waktu jauh lebih fleksibel dan santai.

Jadi, Mana yang Lebih Cocok untuk Anda?

Pilih High Season jika:

  • Ingin merasakan suasana ibadah yang semarak
  • Tidak masalah dengan harga lebih tinggi
  • Punya waktu libur tertentu (misalnya Ramadhan atau akhir tahun)

Pilih Low Season jika:

  • Ingin lebih hemat
  • Mengutamakan kenyamanan dan ketenangan
  • Membawa orang tua atau jamaah dengan kondisi fisik tertentu
  • Di HMB Travel, Anda bisa memilih berbagai paket yang sesuai kebutuhan, baik Umrah High Season maupun Low Season. Tim profesional kami siap mendampingi perjalanan ibadah Anda dari awal hingga akhir dengan aman dan nyaman.

#Umrah2026 #UmrahLowSeason #UmrahHighSeason #TravelUmrah #HMBTravel #IbadahNyaman #UmrahMurah #PerjalananSpiritual #UmrahHemat #UmrahBersamaHMB